it was called the blackberry

Kali ini saya akan membahas sedikit berbau tekhnologi,yaitu tentang fenomenalnya sebuah handphone yang disebut balckberry,bagaikan kacang goreng yang hampir setiap orang di negara ini memilikinya (padahal mahal lho harganya hehehe),dan rata orang-orang itu dari menengah ke atas hampir rata-rata memiliki blackberry,karena saya kurang mengerti tekhnologi,saya membahasnya bukan dari segi kecanggihan benda tersebut,tapi dari segi sosialnya dalam kehidupan masyarakat.
Belakangan ini blackberry merupakan suatu gaya hidup dalam bersosialisasi,terkadang ada orang yang memang membutuhkan-nya karena alasan pekerjaan,yang kerjaannya emang di tuntut selalu up to date dan ada orang yang ikut-ikutan trend saja agar bisa eksis dalam pergaulan.Kata-kata orang yang paling saya sering dengar antar pengguna blackberry adalah “eh pin BB lo brapa?”.Ada sedikit perbedaan dengan seseorang yang memakai BB,mereka terlihat asyik sendiri dengan BB-nya itu,kalo bahasa sekarangnya sih ansos,entah itu mereka sedang ber BBM-an ria dengan grupnya,cek email,up date status terbaru di twitter atau facebook,pokoknya terlihat seru deh hehehe..tapi terkadang orang-orang disekitarnya merasa terabaikan apalagi seseorang yang tidak menggunakkan BB,tapi tidak semuanya pengguna BB begitu kok :) .
Saya menulis ini bukan berarti saya anti blackberry atau saya sirik dengan orang yang memiliki blackberry, saya hanya mau menyoroti dampaknya aja dalam kehidupan bersosialisasi,dan blackberry manfaatnya juga banyak bagi orang-orang yang ketinggalan berita,terkadang juga dapat informasi dari blackberry-nya bkn bgitu bkn?hehehehe.Dan yang pasti penjualan blackberry mungkin merupakkan yang terbesar di indonesia pada saat ini dari merk-merk Hp lainnya, saya rasa.karena animo dan ketertarikan masyarakat terhadap produk tersebut,yang membuat merk hp lainnya sedikit tersingkir.sekali saya ngga sirik lho,tp apabila saya di kasih blackberry…ya gak nolak-lah GRATTIISSS!!!!
Dan satu lagi sebenarnya negara kita ini ngga miskin tau,buktinya banyak orang yang menggunakkan black berry,secara kan harganya mahal…BB gtu loch hahahahaha!!!!!
ciao…..

2 Responses to “it was called the blackberry”

  1. hmmm… ada perkembangan.. lanjut !!!

  2. Gw pengguna blackberry *british accent . . Hehe.. Ada benernya yg loe bilang tp gw bkn slh satu yg autis krn tmn2 gw yg malah sering pinjem, eh mau cek fb dong, eh numpang chat dong, eh liat live score dong,numpang cek email, dsb Jdi gw lbih ke sisi positifnya aj she.. Syukurnya ad org yg kya loe (ga pnya bb) jd gw ga autis krn di pinjem trs.. ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.